Namun setiap melihatmu, aku teringat sebatang kayu
Laki-laki ibarat pepohonan yang menghidupi tanah kewanitaan
Dahanmu tempat bersemayam buah-buahku
Akarmu memeluk pinggiran sungai yang mengairi tubuhku
Akarmu memeluk pinggiran sungai yang mengairi tubuhku
Namun ada saja tubuh yang berduri
Semakin kupeluk, semakin aku tertancap
Aku terperangkap, dengan darah yang berlarian dari dada
Oktarini, 2015


No comments:
Post a Comment